You need to enable javaScript to run this app.

Praktik Baik SMP Negeri 2 Mesuji Raya dalam peningkatan kompetensi guru

  • Kamis, 12 Mei 2022
  • admin_smpn2
  • 0 komentar
Praktik Baik SMP Negeri 2 Mesuji Raya dalam peningkatan kompetensi guru

KOMUNITAS  PRAKTISI SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

 

Sebagai Laporan Kegiatan Praktik Baik

Program Sekolah Penggerak Angkatan I

 

 

 

Penyusun

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Pd.

 

 

SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

SUMATERA SELATAN

2022

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya praktik baik dengan judul “Komunitas  Praktisi SMP Negeri 2 Mesuji Raya Sebagai Usaha Peningkatan Kompetensi Guru dan Pelaksanaan Pembelajaran Berdeferensiasi” adalah karya saya yang saya susun dan telah diimplementasikan di tempat saya bertugas.

 

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, apabila ternyata terbukti pernyataan saya tersebut di atas tidak benar, saya bersedia menanggung segala konsekuensi atas pernyataan saya tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktik baik ini yang berjudul ”KOMUNITAS  PRAKTISI SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktik baiki ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dari isi maupun cara penulisannya. Dengan demikian penulis sangat mengharapkan masukan yang membangun berupa kritik dan saran untuk perbaikan proposal skripsi ini agar menjadi lebih baik. Penulis menyadari dalam pembuatan laporan praktik baik ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan ke arah yang lebih baik di masa akan datang. Semoga skripsi ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridhanya. Amin ya rabballalamin. 

 

Mesuji Raya,   April 2022

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Komunitas praktisi atau community of practices (CoPs) merupakan sarana yang baik untuk mempelajari pengetahuan yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja organisasi. Dalam komunitas praktisi, selain adanya penggunaan kembali pengetahuan untuk efisiensi yang lebih besar, juga mampu memfasilitasi penciptaan dan transfer pengetahuan untuk inovasi yang lebih besar. Dalam konteks organisasi sekolah, penelitian empiris terhadap peran guru di dalam komunitas praktisi masih terbatas. Peranan komunitas praktisi yang cukup besar nilainya adalah meningkatkan efisiensi dari penggunaan pengetahuan, membantu dalam pengembangan gagasan dan inovasi, dan memfasilitasi terciptanya metode pembelajaran yang baru. Proses pembelajaran yang diikuti guru dalam komunitas praktisi ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap praktik mengajar yang guru lakukan di dalam kelas.

 

Kata Kunci : komunitas praktisi, proses penciptaan dan transfer pengetahuan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PENDAHULUAN

 

Guru adalah pilar pendidikan. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran strategis para guru. Itulah yang menjadi alasan kompetensi guru harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan zaman. Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara. Guru bahkan memiliki peran sentral dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (https://pintek.id/blog/kompetensi-guru/; 19:15, 8/5/2022)

Komunitas praktisi merupakan salah satu cara membentuk ekosistem belajar dalam implementasi kurikulum Merdeka. Komunitas praktisi mempunyai beberapa tujuan. Minimal ada lima tujuan komunitas praktisi.

  1. Mengedukasi anggota dengan mengumpulkan dan berbagi informasi yang berkaitan dengan masalah dan pertanyaan tentang praktik pengajaran dan pembelajaran.
  2. Memberi dukungan pada anggota melalui interaksi dan kolaborasi sesama anggota.
  3. Mendampingi anggota untuk memulai dan mempertahankan pembelajaran mereka.
  4. Mendorong anggota untuk menyebarkan capaian anggota melalui diskusi dan berbag
  5. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan dengan pekerjaan sehari-hari

Sebagai sekolah penggerak, penulis memandang perlu dilaksanakan kegiatan komunitas praktisi di SMP Negeri 2 Mesuji Raya guna meningkatkan kompetensi guru serta pembelajaran paradigma baru. Saat mengikuti kegiatan Lokakarya 2 di bulan Desember 2021,  kepala sekolah membuat rencana tindak lanjut tentang peningkapan kompetensi guru di sekolah. Salah satu prioritas program adalah optimalisasi kegiatan komunitas praktisi di sekolah penggerak. Komunitas praktisi merupakan satu wadah bagi guru di sekolah penggerak untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang tugas-tugas seorang guru di sekolah penggerak. Kegiatan yang disarankan adalah sekitar penyelesaian perangkat pembelajaran. Baik modul ajar, modul proyek profil pelajar Pancasila, hingga ke instrumen penilaian. Dengan demikian, kegiatan komunitas praktisi dapat dikatakan hampir sama dengan MGMP sekolah.

Berdasarkan rencana tindak lanjut inilah dibentuk dan dilaksanakan kegiatan komunitas praktisi mulai dari Januari 2022 di SMP Negeri 2 Mesuji Raya.

 

  1. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Komunitas Praktisi

Istilah Komunitas Praktisi diperkenalkan oleh Etienne Wenger dalam bukunya Community of Practice. Wenger menyebut bahwa komunitas praktisi “Sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin” (Wenger, 2012). Praktik yang dimaksud bergantung pada konteks peran sehari-hari anggota komunitas praktisi. Praktik dalam komunitas praktisi guru dapat berupa praktik mengajar dan interaksi dengan murid atau orang tua

 

2.2. Kompetensi Guru

Kompetensi berasal dari kata competency (bahasa Inggris) yang memiliki arti ability (kemampuan), capability (kesanggupan), proficiency (keahlian), qualification (kecakapan), egibility (memenuhi persyaratan), readines (kesiapan), skill (kemahiran), adequency (kepadanan) (Marshall, 1994, dalam Febriana, 2021).

Ada beberapa unsur yang terkandung dalam kompetensi, Gordo menjelaskan beberapa ranah dalam konsep kompetensi: 1) pengetahuan, kesadaran, dalam koqnitif; 2) pemahaman, kedalaman kognitif, dan afektif individu; 3) kemampuan, sesuatu yang dimiliki peserta didik untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya; 4) nilai, standar perilaku yang diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang; 5) Sikap, perasaan atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar; 6) minat,kecenderungan seseorang untuk melakukan perbuatan (Mulyasa, 2005)

Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:

  1. Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
  2. Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
  3. Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
  4. Sehat Secara Jasmani dan Rohani.

Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional. 

Menurut Qusthalani (2016), lima kompetensi yang harus dipersiapkanguru memasuki era revolusi industri 4.0 adalah sebagai berikut. Yang pertama, educational competence yaitu kompetensi mendidik/ pembelajaran berbasis internet of thing (IoT) sebagai basic skill di era ini, contohnyata penerapan IoT adalah pemberlakuan pembelajaran secara elektronik atauelearning, pendidikan jarak jauh (distance learning), perpustakaan digital (digital library), e-commerce bagi UMKM kampus, dan lain-lain. Untuk itulah, kompetensi guru harus terus di-upgrade dengan membiasakan diri dengan berbagai peralatan yang terkoneksi dengan IoT dalam proses pembelajaran.

Kedua competence for technological commercialization yaitu punyakompetensi membawa siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi siswa. Menurut Zhang dan Shi (2016) komersialisasi teknologi adalah proses yang dimulai dengan wawasan pasar-teknodan diakhiri dengan fungsi berkelanjutan dari produk yang dibutuhkan pasar. Ketiga competence in globalization yaitu dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan problem nasional.

Menurut Pawlowski dan Holtkamp(2012) ada tujuh kompetensi global, yaitu: (1) kompetensi umumatau genericcompetence, (2) kompetensi IS atau Information System, (3) kompetensi TIK, (4) kompetensi manajemen proyek dan kepemimpinan, (5) kompetensi manajemen pengetahuan dan kolaborasi, (6) kompetensi komunikasi, dan (7) kompetensi interkultural.

Keempat competence in future strategies yaitu kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengancara joint-lecture, joint-research, joint-resources, staf mobility dan rotasi, pahamarah SDG’s, dan lain sebagainya. Guru harus mampu memprediksi dan memperkirakan berbagai kemungkinan yang terjadi dalam dunia pendidikan, juga berupaya mengembangkan jariangannya melalui berbagai aktivitas akademik seperti: (1) menjalin kerjasama bidang penelitian (penelitian kolaboratif dengankampus luar negeri), (2) program joint-lecturer, (3) pertukaran guru, dan lain-lain. Dengan banyak mengikuti kerja sama dengan berbagai kampus di seluruh duniaakan berdampak positif terhadap perkembanagan kampus dalamnegeri.

Kelima, conselor competence yaitu kompetensi guru untuk memahami bahwa ke depan masalah peserta didik bukan hanya kesulitan memahami materi ajar, tetapi juga terkait masalah psikologis akibat perkembangan zaman. Seorangguru harus mampu menjadi konselor bagi para siswanya dalammembrikanmotivasi, semangat, dorongan, dan nasihat-nasihat bagi permasalahan yangmereka hadapi.

2.3. Pembelajaran Diferensiasi

Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan hal-hal berikut.

  1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
  2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
  3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
  4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
  5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

 

.III. TANTANGAN YANG DIHADAPI

3.1 Menambah beban guru

Kegiatan komunitas praktisi akan menambah jadwal kegiatan guru di sekolah. Dan tagihan-tagihan yang direncanakan otomatis akan menambah kesibukan yang ada. Sehingga beberapa guru enggan untuk mengikuti kegiatan.

3.2 Kurangnya narasumber

Sekolah yang terletak di daerah, akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan nara sumber. Kerena itu, kepala sekolah berusaha belajar terlebih dahulu bersama calon guru penggerak.

3.3 Dana

Belum adanya dana yang tersedia untuk kegiatan komunitas praktisi, memaksa kepala sekolah mengusahakan sumber dana lain selain BOS.

 

  1. AKSI DAN LANGKAH-LANGKAH

4.1. Membangun Komitmen

Aksi nyata yang dilakukan di awal semester 2 adalah rapat pembentukan pengurus komunitas praktisi. Dalam rapat ini langsung dibuat draff surat keputusan kepala sekolah tentang pengurus komunitas praktisi. Setiap pengurus memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda, namun tujuan yang harapkan sama, yaitu peningkatan kompetensi guru di sekolah. Baik kompetensi akademik, paedagogik, profesional dan sosial. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan progres sekolah penggerak.

4.2. Perencanaan

Aksi nyata kedua adalah pembuatan program kerja komunitas praktisi. Dalam program ini dimuat latar belakang, tujuan, hingga rencana kegiatan mingguan yang akan dilakukan. Perencanaan kegiatan di sesuaikan dengan kebutuhan sekolah penggerak. Dari pembuatan modul ajar, penilaian, hingga pembuatan media pembelajaran dan video pembelajaran. Ada pula kegiatan bersifat opsional, seperti pengimbasan calon guru penggerak, hasil pendidikan dan pelatihan, bahkan seminar penelitian tindakan kelas.

4.3. Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan kegiatan, disiapkan ruangan dengan sarana wifi, LCD infocus, kelistrikan, dan laptop. Ruangan disetting senyaman mungkin, dengan sirkulasi udara serta penerangan yang memadai. Ditambahkan pula sarana air minum bagi yang membutuhkan. Setiap kegiatan dicatat dalam jurnal kegiatan yang terinci, sebagai satu dokumentasi kegiatan. Jurnal ini dilengkapi dengan daftar hadir setiap kegiatan. Dokumen lain yaitu foto kegiatan yang mengambarkan suasana saat berlangsung.

Komunitas praktisi dilaksanakan sekali seminggu pada hari Sabtu, setiap pukul 11:00 hingga 12:00 WIB. Saat kegiatan, siswa telah selesai mengikuti pelajaran. Jadi tidak mengganggu jam belajar siswa. Selain itu, guru juga lebih fokus dalam menyimak dan melaksanakan keviatan komunits praktisi. Menurut pelatih ahli, seorang guru di sekolah penggerak minimal membuka akun belajar.id minimal 2 jam pelajaran perminggu. Dengan adanya kegiatan komunitas praktisi, maka tuntutan ini dapat dilaksanakaan sebab sebagian materi berhubungan dengan pemanfaatan platform pembelajaran dan akun.id.

 

  1. REFLEKSI

Dari hasil pemantauan kegiatan komunitas praktisi di SMP Negeri 2 Mesuji Raya, di dapat beberapa simpulan.

  • Secara garis besar komunitas praktisi dapat berjalan dengan baik.
  • Komunitas praktisi memberi ruang kepada guru untuk berbagi dan belajar bersama.
  • Komunitas praktisi bermanfaat bagi pembelajaran di kelas

 

  1. PENUTUP

Demikianlah laporan praktik baik SMP Negeri 2 Mesuji Raya dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini.

 

  • Simpulan

Komunitas pratisi hendaknya tetap diaktifkan dan diisi dengan kegiatan-kegiatana yang mendukung terlaksananya pembelajaran yang berpihak pada murid. Kegiatan komunitas praktisi memotivasi guru untuk terus belajar serta meningkatkan kompetensi dalam rangka pengembangan diri guru.

 

  • Saran

Kegiatan komunitas praktisi hendaknya bukan hanya dilakukan oleh sekolah penggerak dan calon guru enggerak, tetapi juga oleh semua sekolah di Indonesia.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kusuma, Oscarina Dewi dan Siti Luthfah. 2020. Mudul 2.1 “Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi”. Jakarta: Kemdikbudristek.

 

Yasela, Miranda, dkk. 2022. Panduan Komunitas Praktisi di Sekolah Penggerak. Jakarta: Kemdikbudristek.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

  1. SK Kegiatan

PEMERINTAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

DINAS PENDIDIKAN                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

 SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

TERAKREDITASI : A (AMAT BAIK)

No. Dp.042823/16-10-2015 NSS : 201110200514 NPSN : 10600514

             Jl. Desa Mulya Jaya C2 Kec. Mesuji Raya Kab. Ogan Komering Ilir 30681

e-mail: smpn2mesujiraya@gmail.com   Telp. +62 813 6835 3590

 

 

SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

Nomor : 421/003/SMPN 2 MSRY/DISDIK/2022

 

TENTANG

 

PENETAPAN PENGURUS KOMUNITAS PRAKTISI 

 SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA  TAHUN PELAJARAN 2021/2022

 

Menetapkan : a.  Bahwa dalam rangka pelaksanaan komunitas praktisi dalam jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir, agar terlaksana dengan baik, lancar dan tertib dipandang perlu membentuk Pengurus Komunitas Praktisi SMP Tahun 2021/2022.

  1. Untuk maksud tersebut perlu ditetapkan dalam suatu keputusan.

 

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 7 (Drt) Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Sumatera Utara dan Undang-uandang Nomor 4 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Gayo Lues di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

  1. Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
  2. Undang-undang Nomor 20Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2003 Tentang Pemerintah Daerah.
  4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Pertimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.
  5. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
  6. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh.
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2006 (Badan Nasional Standar Pendidikan)
  8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234 Tahun1976 Tentang Hadiah Seni, Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, Pengabdian dan Olah Raga.
  9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 031/0/2000 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
  10. Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Barat No 2 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi Dinas-dinas Daerah Kabupaten Aceh Barat, berakhir diubah dengan Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 2 Tahun 2007.

 

Memperhatikan :  Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bi-

   rokrasi Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Pengembangan Diri Pendidik

   Sebagai salah satu syarat penetapan angka kredit untuk kenaikan pang

   kat.

   

   Hasil Rapat Guru Bahasa Inggris Pada Tanggal 17 Desember 2021

 

 

 

M E M U T U S K A N

 

Menetapkan :

Pertama : Membentuk Pengurus Komunitas Praktisi dalam jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan susunan keanggotaannya sebagaimana tersebut dalam lampiran keputusan ini.

 

 

Kedua : Pengurus Komunitas Praktisi SMP Negeri 2 Mesuji Raya bertugas :

  1. Melaksanakan Kegiatan di sekolah/sekretariat dalam Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Barat sesuai dengan Petunjuk dan ketentuan yang telah ditetapkan.
  2. Melaporkan hasil kegiatan kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat melalui berita acara.
  3. Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan kegiatan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran(MGM) Bahasa Inggris Tahun 2016-2018

 

Ketiga : Dalam melaksanakan tugas, panitia bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Melalui UPTD wilayah I, II, III dan IV Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat. 

Keempat : Segala biaya yang timbul akibat dikeluarkan keputusan ini, dibebankan kepada Anggaran yang relevan dan dari donatur lain yang tidak mengikat.

Kelima : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berlaku mulai Tahun 2021/2022 dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Lampiran  I : Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI

Nomor : 421/003/SMPN 2 MSRY/DISDIK/2022

Tanggal : 04 Januari 2022

SUSUNAN PENGURUS

KOMUNITAS PRAKTISI

SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

PENASEHAT : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan komering Ilir

PEMBINA : SITI MUHAJIRIYATI, S.Pd., M.Pd.

KETUA : ASHAFIA NURUSYAADAH, S.Pd., M.Si.

WAKIL KETUA : MARHENDRISYAH, S.Pd, M.Si.

ANGGOTA : 1. Dyan Kartika N, S.Pd, M.Si.

  1. Neli Susanti, S.Pd, M.Si.
  2. Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Si.
  3. Ade Savarina, S.Pd

5 Siti Multazimah, S.Pd

  1. Mardiana
  2. M. Muklis, S.Pd.I.
  3. Ahmad Jaelani, S.Pd
  4. Linda Windari, S.Pd.
  5. Prima Resti Handayani, S.Pd
  6. Yeni Marlina, S.Pd.

 

 

 

 

 

 

  1. Program Kegiatan

PROGRAM KERJA

KOMUNITAS PRAKTISI SEKOLAH PENGGERAK

SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

 

 

 

 

 

 

 

 

KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

SUMATERA SELATAN

2022

 

 

KATA PENGANTAR

 

Kami memanjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah Swt., yang telah memberikan hidayah iman serta islamNya kepada kita sekalian umatNya. Shalawat beserta salam semoga tercurah ke junjungan alam Nabiyullah Muhammad SAW. Alhamdulillah program kerja MGMP tahun 2022 untuk Peningkatan Mutu Guru SMP Negeri 2 Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir telah disusun, meski dengan berbagai keterbatasan.

Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak SMPN 2 Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan sebuah wadah silaturahmi sekaligus wadah transfer informasi, ilmu, energi, dan kreativitas sesama guru SMPN 2 Mesuji Raya pada khususnya. Maka dari itu, alangkah luar biasanya mengefektifkan sarana Komunitas Praktisi sebagai portal kegiatan peningkatan mutu pendidik dan pendidikan itu sendiri. Dan, itu semua tidak dapat terwujud tanpa kerja sama semua pihak, termasuk di dalamnya Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kami berharap, seluruh program kerja kegiatan Komunitas Praktisi ini dapat terealisasi, sehingga berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidik  d SMPN 2 Mesuji Raya. Program-program tersebut di antaranya mengatasi kendala-kendala pembelajaran, meningkatkan mutu akademik, serta meningkatkan mutu guru bahasa Indonesia dalam pemahaman mereka terhadap Kurikulum Paradigma Baru. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi stimulus untuk direspon dalam kegiatan lanjutan sebagai upaya pembiasaan positif dan motivasi terhadap guru-guru bahasa Indonesia yang belum mendapat kesempatan mengikuti kegiatan.

Melalui program kerja ini, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian semua pihak, di antaranya LPMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir, sekolah-sekolah, dan unsur terkait lainnya, yang telah membantu perealisasian program. Semoga Allah Swt., memberikan yang terbaik kepada kita semua, sehingga bangsa ini terhindar dari keterpurukan. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR .........................................................................................….. 1

DAFTAR ISI ......................................................................................................….. 2

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ...................................................................................... 3
  2. Tujuan ................................................................................................... 4
  3. Sasaran .................................................................................................. 4
  4. Hasil yang Diharapkan ......................................................................... 5

BAB II PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN

  1. Tempat dan Waktu ............................................................................... 6
  2. Rencana Program .................................................................................. 6
  3. Sruktur Kepengurusan ................................................................. 7

BAB III PENUTUP

  1. Simpulan ............................................................................................... 9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Satuan pendidikan lembaga formal, memiliki suatu keharusan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di abad 21 ini. Kebijakan Otonomi Daerah, menuntut upaya peningkatan mutu, daya saing, dan relevansi pendidikan. Perkembangan teknologi dan perkembangan globalisasi menuntut sumber daya pendidik dan terdidik memiliki kompetensi yang relevan. Apalagi dengan perkembangan Kurikulum Nasional, yang menuntut perbaikan di semua lini Konsep Pendidikan di tanah air. Tidak terkecuali pendidikan di kabupaten Ogan Komering Ilir..

Menjawab tantangan abad 21, terutama pada tuntutan kualitas pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, khususnya Sekolah Penggerak. Harapan pemerintah, tuntutan perubahan berlaku juga pada tataran pendidikan. Pendidik dan peserta didik dituntut lebih kreatif menyiasati perkembangan zaman dikaitkan dengan perkembangan pendidikan secara umum, cara mengajar, dan cara belajar. Oleh sebab itu, perlu ada perubahan-perubahan paradigma dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian terjadi ekosistem pembelajaran agar lebih efektif, sesuai dengan slogan “Perubahan Mindset” yang sering berkumandang di dunia pendidikan.

Kenyataannya, sosialisai perubahan-perubahan peraturan pemerintah pusat mengenai pendidikan seringkali terlambat sampai ke pihak guru-guru di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Permasalahan ini terjadi di hampir seluruh tahapan pembelajaran; baik dari mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut KBM.

Kurangnya kesadaran guru dalam meningkatkan kompetensi guru di era globalisasi, menjadi salah satu penghambat dalam penguasaan tekhnologi informasi. Kurangnya pemahaman bahwa penguasaan teknologi dalam pembelajaran mutlak diperlukan untuk keperluan media, sumber, dan evaluasi belajar.

Melalui kegiatan Komunitas Praktisi, diharapkan tenaga pendidik dapat meningkatkan kualitas pengembangan dirinya. Dengan  mengikuti Komunitas Praktisi, guru dapat mengaplikasikan pengetahuannya pada kegiatan pembelajaran di sekolah.

Selanjutnya, kegiatan Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak dapat mengoptimalkan kualitas pendidikan, terutama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Harapan besar ini tentu dihadapkan dengan berbagai kendala. Salah satu kendala yang muncul adalah terbatasnya dana untuk revitalisasi Komunitas Praktisi , kesadaran untuk meningkatkan kompetensi guru dengan menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan perlu dibangkitkan. Selain itu, dukungan berbagai pihak yang berkepentingan  sangat membantu terrealisasinya rencana program.

 

  1. Tujuan

Program Kerja Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak bagi guru-guru di SMPN 2 Mesuji Raya, bidang peningkatan mutu guru berupa:

  1. Memahami kebijakan-kebijakan pemerintah tentang pendidikan, yang meliputi:
  2. Program Pembinaan dan Pengembangan SMP
  3. Implementasi Standar Isi dan Standar Kelulusan
  4. Substansi Standar Isi dan Panduan Pengembangan Kurikulum Nasional
  5. Memberi pencerahan, penyegaran, dan peningkatan, kompetensi guru dalam hal:
  6. Pemanfaatan akun belajar.id. dan pembuatan akun youtube. Guna pemanfaatan platfrom ‘Merdeka Mengajar’.
  7. Penyusunan Modul Ajarbagi kurikulum K13, dan modul ajar bagi duru sekolah penggerak
  8. Pembuatan bahan ajar atau media pembelajaran, terutama video pembelajaran.
  9. Peningkatan kompetensiberbasis cetak dan TIK/ICT.
  10. Pembekalan model-model pembelajaran saintifik dan blended learning sebagai model yang efektif dan efisien.
  11. Pelatihan Asesmen Diagnostik Kognitif dan Non Kognitif..
  12. Meningkatkan perolehan nilai hasil Asesnen Nasional setiap sekolah.

 

  1. Sasaran

Sasaran kegiatan Peningkatan Mutu guru-guru di SMPN 2 Mesuji Raya SMP Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 15 orang guru. Target yang diharapkan terealisasi uamg dilaksanakan setiap Sabtu selama 2 jam pelajaran  pada setiap minggunya.

 

  1. Hasil

Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan program kerja Komunitas Praktisi  tahun 2022-2023 ini untuk guru-guru SMP Negeri 2 Mesuji Raya adalah:

  1. Terpahaminya kebijakan-kebijakan pemerintah tentang pendidikan, yang meliputi:
  2. Program Pembinaan dan Pengembangan SMP
  3. Implementasi Standar Isi dan Standar Kelulusan
  4. Substansi Standar Isi dan Panduan Pengembangan Kurikulum Nasional
  5. Adanya pencerahan, penyegaran, dan peningkatan, kompetensi guru dalam hal:
  6. Pemahaman guru-guru terhadap Capaian Pembelajaran dan
  7. /Modul ajaryang berfokus pada pengembangan CP, ATP , Program Remedial dan Pengayaan, Kegiatan, dan Model Pembelajaran saintifik.
  8. Bahan ajar atau media pembelajaran.
  9. Wawasan tentang pengembangan bahan ajar berbasis cetak dan TIK/ICT.
  10. Model-model pembelajaran saintifik dan Blended Learning yang cocok untukdipilih oleh guru sebagai model yang efektif dan efisien.
  11. Meningkatnya perolehan nilai hasil AsesnenNasional

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERENCANAAN PROGRAM

 

  1. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Komuitas Praktisi Sekolah Penggerak SMPN 2 Mesuji tahun 2022-2023, diprogramkan mengambil lokasi pertemuan di SMPN 2 Mesuji Raya di Kabupaten Ogan   Komering Ilir. Pertemuan tersebut direncanakan setiap Sabtu . Dimulai pada pertemuan pertama tertanggal 15 Januari 2022.

 

  1. Rencana Program Kegiatan

Kegiatan Komunitas Praktisi Sekolak Penggerak SMPN 2 Mesuji Raya di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu di SMPN 2 Mesuji Raya . Rencana kegiatan dapat dipaparkan pada matriks berikut:

No

Rencana Kegiatan MGMP

Materi

Pemateri

 

Hari, Tanggal

Tempat

 

1

Sabtu, 15 Januari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Budaya Positif

 

 

Ashafia Nurusyaadah S.Pd., M.Si.

 

 

 

 

2

Sabtu, 22 Januari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Website Sekolah

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Pd

 

3

Sabtu, 5 Februari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Administrasi Pembelajaran oleh Pelatih Ahli

Ahmad Yaim

 

4

Sabtu,12 Februari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Optimalisasi platform merdeka mengajar

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

5.

Sabtu,17 Februari 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembuatan Media Pembelajaran berbasis video dengan zoom

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

6.

Sabtu, 26 Februari 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pengaktifan akun belajar.id dan Canva for education

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

8

Sabtu, 5 Maret

 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembelajaran Bediferensiasi

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd. M.Si.

 

9

Sabtu, 12 Maret 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembuatan kisi-kisi soal PTS berbasis android (google form)

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

10

Sabtu, !9 Maret 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembelajaran Sosial Emosional

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

11.

Sabtu, 26 Maret 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Pembuatan PPT dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

12.

Sabtu, 2 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Pembuatan rekaman pembelajaran

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

13.

Sabtu, 9 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan pembuatan video pembeajaran

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

14

Sabtu, 16 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat LKPD dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

15.

Sabtu, 23 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Sosialisasi tentang Keyakinan Kelas

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

16.

Sabtu, 30 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat kelas digital dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

17.

Sabtu, 7 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat kuis dengan TTS

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabtu, 14 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat komik, infografis, poster

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabtu, 21 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat curriculum vitae (CV) guru

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabti, 28 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat kuis dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabtu, 4 Juni 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Pembuatan kisi-kisi PAS

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

 

Sabtu, 11 Juni 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Persiapan modul ajar dan modul proyek kelas 8

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

Tabel 2 Matriks Rencana Pelaksanaan Kegiatan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Ogan Komering Ilir

 

*) waktu dan materi dapat berubah mengikuti penyesuaian jadwal

*) Bila program kegiatan ini tidak memungkinkan untuk dilakukan secara tatap muka, maka akan dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom atau Gmeet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Struktur Kepengurusan

Ketua :  Ashafia Nurusyaadah, S,Pd., M,Si

Wakil : Marhendrisyah S.Pd., M.Si

Sekretariat : Dewi Nurhayati, S.Pd., M.Si.

Bendahara : Rebiwati

Anggota : 1. Neli Susanti, S.Pd., M

  1. Dyan Kartika Ningtyas, M.Si
  2. Ade Sevarina S.Pd.I
  3. Siti Multazimah, S.Pd
  4. Ahmad Jailani, S.Pd.
  5. M. Muklis, S.Pd.
  6. Mardiana, S.Pd
  7. Prima Resti Handayani, S.Pd
  8. Linda Windari S.Pd
  9. Yeni Marlina S.Pd

 

 

 

BAB III

SIMPULAN

 

  1. Simpulan

Program Kerja Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak merupakan salah satu upaya meningkatan profesionalitas guru. Kegiatan ini pun diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah permbelajaran melalui tukar-menukar pengalaman belajar antarguru di SMPN 2 Mesuji Raya. Di samping itu, program ini berperan dalam peningkatan kualifikasi dan persiapan sertifikasi guru. Pada akhirnya, diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan secara umum melalui peningkatan kualitas belajar siswa sesuai amanat Kurikulum Sekolah Penggerak

 

 

 

 

 

 

KOMUNITAS  PRAKTISI SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

 

Sebagai Laporan Kegiatan Praktik Baik

Program Sekolah Penggerak Angkatan I

 

 

 

Penyusun

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Pd.

 

 

SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

SUMATERA SELATAN

2022

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya praktik baik dengan judul “Komunitas  Praktisi SMP Negeri 2 Mesuji Raya Sebagai Usaha Peningkatan Kompetensi Guru dan Pelaksanaan Pembelajaran Berdeferensiasi” adalah karya saya yang saya susun dan telah diimplementasikan di tempat saya bertugas.

 

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, apabila ternyata terbukti pernyataan saya tersebut di atas tidak benar, saya bersedia menanggung segala konsekuensi atas pernyataan saya tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktik baik ini yang berjudul ”KOMUNITAS  PRAKTISI SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktik baiki ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dari isi maupun cara penulisannya. Dengan demikian penulis sangat mengharapkan masukan yang membangun berupa kritik dan saran untuk perbaikan proposal skripsi ini agar menjadi lebih baik. Penulis menyadari dalam pembuatan laporan praktik baik ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan ke arah yang lebih baik di masa akan datang. Semoga skripsi ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridhanya. Amin ya rabballalamin. 

 

Mesuji Raya,   April 2022

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Komunitas praktisi atau community of practices (CoPs) merupakan sarana yang baik untuk mempelajari pengetahuan yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja organisasi. Dalam komunitas praktisi, selain adanya penggunaan kembali pengetahuan untuk efisiensi yang lebih besar, juga mampu memfasilitasi penciptaan dan transfer pengetahuan untuk inovasi yang lebih besar. Dalam konteks organisasi sekolah, penelitian empiris terhadap peran guru di dalam komunitas praktisi masih terbatas. Peranan komunitas praktisi yang cukup besar nilainya adalah meningkatkan efisiensi dari penggunaan pengetahuan, membantu dalam pengembangan gagasan dan inovasi, dan memfasilitasi terciptanya metode pembelajaran yang baru. Proses pembelajaran yang diikuti guru dalam komunitas praktisi ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap praktik mengajar yang guru lakukan di dalam kelas.

 

Kata Kunci : komunitas praktisi, proses penciptaan dan transfer pengetahuan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PENDAHULUAN

 

Guru adalah pilar pendidikan. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran strategis para guru. Itulah yang menjadi alasan kompetensi guru harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan zaman. Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara. Guru bahkan memiliki peran sentral dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (https://pintek.id/blog/kompetensi-guru/; 19:15, 8/5/2022)

Komunitas praktisi merupakan salah satu cara membentuk ekosistem belajar dalam implementasi kurikulum Merdeka. Komunitas praktisi mempunyai beberapa tujuan. Minimal ada lima tujuan komunitas praktisi.

  1. Mengedukasi anggota dengan mengumpulkan dan berbagi informasi yang berkaitan dengan masalah dan pertanyaan tentang praktik pengajaran dan pembelajaran.
  2. Memberi dukungan pada anggota melalui interaksi dan kolaborasi sesama anggota.
  3. Mendampingi anggota untuk memulai dan mempertahankan pembelajaran mereka.
  4. Mendorong anggota untuk menyebarkan capaian anggota melalui diskusi dan berbag
  5. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan dengan pekerjaan sehari-hari

Sebagai sekolah penggerak, penulis memandang perlu dilaksanakan kegiatan komunitas praktisi di SMP Negeri 2 Mesuji Raya guna meningkatkan kompetensi guru serta pembelajaran paradigma baru. Saat mengikuti kegiatan Lokakarya 2 di bulan Desember 2021,  kepala sekolah membuat rencana tindak lanjut tentang peningkapan kompetensi guru di sekolah. Salah satu prioritas program adalah optimalisasi kegiatan komunitas praktisi di sekolah penggerak. Komunitas praktisi merupakan satu wadah bagi guru di sekolah penggerak untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang tugas-tugas seorang guru di sekolah penggerak. Kegiatan yang disarankan adalah sekitar penyelesaian perangkat pembelajaran. Baik modul ajar, modul proyek profil pelajar Pancasila, hingga ke instrumen penilaian. Dengan demikian, kegiatan komunitas praktisi dapat dikatakan hampir sama dengan MGMP sekolah.

Berdasarkan rencana tindak lanjut inilah dibentuk dan dilaksanakan kegiatan komunitas praktisi mulai dari Januari 2022 di SMP Negeri 2 Mesuji Raya.

 

  1. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Komunitas Praktisi

Istilah Komunitas Praktisi diperkenalkan oleh Etienne Wenger dalam bukunya Community of Practice. Wenger menyebut bahwa komunitas praktisi “Sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin” (Wenger, 2012). Praktik yang dimaksud bergantung pada konteks peran sehari-hari anggota komunitas praktisi. Praktik dalam komunitas praktisi guru dapat berupa praktik mengajar dan interaksi dengan murid atau orang tua

 

2.2. Kompetensi Guru

Kompetensi berasal dari kata competency (bahasa Inggris) yang memiliki arti ability (kemampuan), capability (kesanggupan), proficiency (keahlian), qualification (kecakapan), egibility (memenuhi persyaratan), readines (kesiapan), skill (kemahiran), adequency (kepadanan) (Marshall, 1994, dalam Febriana, 2021).

Ada beberapa unsur yang terkandung dalam kompetensi, Gordo menjelaskan beberapa ranah dalam konsep kompetensi: 1) pengetahuan, kesadaran, dalam koqnitif; 2) pemahaman, kedalaman kognitif, dan afektif individu; 3) kemampuan, sesuatu yang dimiliki peserta didik untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya; 4) nilai, standar perilaku yang diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang; 5) Sikap, perasaan atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar; 6) minat,kecenderungan seseorang untuk melakukan perbuatan (Mulyasa, 2005)

Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:

  1. Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
  2. Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
  3. Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
  4. Sehat Secara Jasmani dan Rohani.

Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional. 

Menurut Qusthalani (2016), lima kompetensi yang harus dipersiapkanguru memasuki era revolusi industri 4.0 adalah sebagai berikut. Yang pertama, educational competence yaitu kompetensi mendidik/ pembelajaran berbasis internet of thing (IoT) sebagai basic skill di era ini, contohnyata penerapan IoT adalah pemberlakuan pembelajaran secara elektronik atauelearning, pendidikan jarak jauh (distance learning), perpustakaan digital (digital library), e-commerce bagi UMKM kampus, dan lain-lain. Untuk itulah, kompetensi guru harus terus di-upgrade dengan membiasakan diri dengan berbagai peralatan yang terkoneksi dengan IoT dalam proses pembelajaran.

Kedua competence for technological commercialization yaitu punyakompetensi membawa siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi siswa. Menurut Zhang dan Shi (2016) komersialisasi teknologi adalah proses yang dimulai dengan wawasan pasar-teknodan diakhiri dengan fungsi berkelanjutan dari produk yang dibutuhkan pasar. Ketiga competence in globalization yaitu dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan problem nasional.

Menurut Pawlowski dan Holtkamp(2012) ada tujuh kompetensi global, yaitu: (1) kompetensi umumatau genericcompetence, (2) kompetensi IS atau Information System, (3) kompetensi TIK, (4) kompetensi manajemen proyek dan kepemimpinan, (5) kompetensi manajemen pengetahuan dan kolaborasi, (6) kompetensi komunikasi, dan (7) kompetensi interkultural.

Keempat competence in future strategies yaitu kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengancara joint-lecture, joint-research, joint-resources, staf mobility dan rotasi, pahamarah SDG’s, dan lain sebagainya. Guru harus mampu memprediksi dan memperkirakan berbagai kemungkinan yang terjadi dalam dunia pendidikan, juga berupaya mengembangkan jariangannya melalui berbagai aktivitas akademik seperti: (1) menjalin kerjasama bidang penelitian (penelitian kolaboratif dengankampus luar negeri), (2) program joint-lecturer, (3) pertukaran guru, dan lain-lain. Dengan banyak mengikuti kerja sama dengan berbagai kampus di seluruh duniaakan berdampak positif terhadap perkembanagan kampus dalamnegeri.

Kelima, conselor competence yaitu kompetensi guru untuk memahami bahwa ke depan masalah peserta didik bukan hanya kesulitan memahami materi ajar, tetapi juga terkait masalah psikologis akibat perkembangan zaman. Seorangguru harus mampu menjadi konselor bagi para siswanya dalammembrikanmotivasi, semangat, dorongan, dan nasihat-nasihat bagi permasalahan yangmereka hadapi.

2.3. Pembelajaran Diferensiasi

Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan hal-hal berikut.

  1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
  2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
  3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
  4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
  5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

 

.III. TANTANGAN YANG DIHADAPI

3.1 Menambah beban guru

Kegiatan komunitas praktisi akan menambah jadwal kegiatan guru di sekolah. Dan tagihan-tagihan yang direncanakan otomatis akan menambah kesibukan yang ada. Sehingga beberapa guru enggan untuk mengikuti kegiatan.

3.2 Kurangnya narasumber

Sekolah yang terletak di daerah, akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan nara sumber. Kerena itu, kepala sekolah berusaha belajar terlebih dahulu bersama calon guru penggerak.

3.3 Dana

Belum adanya dana yang tersedia untuk kegiatan komunitas praktisi, memaksa kepala sekolah mengusahakan sumber dana lain selain BOS.

 

  1. AKSI DAN LANGKAH-LANGKAH

4.1. Membangun Komitmen

Aksi nyata yang dilakukan di awal semester 2 adalah rapat pembentukan pengurus komunitas praktisi. Dalam rapat ini langsung dibuat draff surat keputusan kepala sekolah tentang pengurus komunitas praktisi. Setiap pengurus memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda, namun tujuan yang harapkan sama, yaitu peningkatan kompetensi guru di sekolah. Baik kompetensi akademik, paedagogik, profesional dan sosial. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan progres sekolah penggerak.

4.2. Perencanaan

Aksi nyata kedua adalah pembuatan program kerja komunitas praktisi. Dalam program ini dimuat latar belakang, tujuan, hingga rencana kegiatan mingguan yang akan dilakukan. Perencanaan kegiatan di sesuaikan dengan kebutuhan sekolah penggerak. Dari pembuatan modul ajar, penilaian, hingga pembuatan media pembelajaran dan video pembelajaran. Ada pula kegiatan bersifat opsional, seperti pengimbasan calon guru penggerak, hasil pendidikan dan pelatihan, bahkan seminar penelitian tindakan kelas.

4.3. Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan kegiatan, disiapkan ruangan dengan sarana wifi, LCD infocus, kelistrikan, dan laptop. Ruangan disetting senyaman mungkin, dengan sirkulasi udara serta penerangan yang memadai. Ditambahkan pula sarana air minum bagi yang membutuhkan. Setiap kegiatan dicatat dalam jurnal kegiatan yang terinci, sebagai satu dokumentasi kegiatan. Jurnal ini dilengkapi dengan daftar hadir setiap kegiatan. Dokumen lain yaitu foto kegiatan yang mengambarkan suasana saat berlangsung.

Komunitas praktisi dilaksanakan sekali seminggu pada hari Sabtu, setiap pukul 11:00 hingga 12:00 WIB. Saat kegiatan, siswa telah selesai mengikuti pelajaran. Jadi tidak mengganggu jam belajar siswa. Selain itu, guru juga lebih fokus dalam menyimak dan melaksanakan keviatan komunits praktisi. Menurut pelatih ahli, seorang guru di sekolah penggerak minimal membuka akun belajar.id minimal 2 jam pelajaran perminggu. Dengan adanya kegiatan komunitas praktisi, maka tuntutan ini dapat dilaksanakaan sebab sebagian materi berhubungan dengan pemanfaatan platform pembelajaran dan akun.id.

 

  1. REFLEKSI

Dari hasil pemantauan kegiatan komunitas praktisi di SMP Negeri 2 Mesuji Raya, di dapat beberapa simpulan.

  • Secara garis besar komunitas praktisi dapat berjalan dengan baik.
  • Komunitas praktisi memberi ruang kepada guru untuk berbagi dan belajar bersama.
  • Komunitas praktisi bermanfaat bagi pembelajaran di kelas

 

  1. PENUTUP

Demikianlah laporan praktik baik SMP Negeri 2 Mesuji Raya dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini.

 

  • Simpulan

Komunitas pratisi hendaknya tetap diaktifkan dan diisi dengan kegiatan-kegiatana yang mendukung terlaksananya pembelajaran yang berpihak pada murid. Kegiatan komunitas praktisi memotivasi guru untuk terus belajar serta meningkatkan kompetensi dalam rangka pengembangan diri guru.

 

  • Saran

Kegiatan komunitas praktisi hendaknya bukan hanya dilakukan oleh sekolah penggerak dan calon guru enggerak, tetapi juga oleh semua sekolah di Indonesia.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kusuma, Oscarina Dewi dan Siti Luthfah. 2020. Mudul 2.1 “Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi”. Jakarta: Kemdikbudristek.

 

Yasela, Miranda, dkk. 2022. Panduan Komunitas Praktisi di Sekolah Penggerak. Jakarta: Kemdikbudristek.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

  1. SK Kegiatan

PEMERINTAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

DINAS PENDIDIKAN                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    

 SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

TERAKREDITASI : A (AMAT BAIK)

No. Dp.042823/16-10-2015 NSS : 201110200514 NPSN : 10600514

             Jl. Desa Mulya Jaya C2 Kec. Mesuji Raya Kab. Ogan Komering Ilir 30681

e-mail: smpn2mesujiraya@gmail.com   Telp. +62 813 6835 3590

 

 

SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

Nomor : 421/003/SMPN 2 MSRY/DISDIK/2022

 

TENTANG

 

PENETAPAN PENGURUS KOMUNITAS PRAKTISI 

 SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA  TAHUN PELAJARAN 2021/2022

 

Menetapkan : a.  Bahwa dalam rangka pelaksanaan komunitas praktisi dalam jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir, agar terlaksana dengan baik, lancar dan tertib dipandang perlu membentuk Pengurus Komunitas Praktisi SMP Tahun 2021/2022.

  1. Untuk maksud tersebut perlu ditetapkan dalam suatu keputusan.

 

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 7 (Drt) Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten-kabupaten dalam Lingkungan Provinsi Sumatera Utara dan Undang-uandang Nomor 4 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Gayo Lues di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

  1. Undang-undang Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
  2. Undang-undang Nomor 20Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  3. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2003 Tentang Pemerintah Daerah.
  4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Pertimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah.
  5. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.
  6. Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh.
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2006 (Badan Nasional Standar Pendidikan)
  8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 234 Tahun1976 Tentang Hadiah Seni, Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, Pengabdian dan Olah Raga.
  9. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 031/0/2000 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
  10. Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 5 Tahun 2004 Tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Barat No 2 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi Dinas-dinas Daerah Kabupaten Aceh Barat, berakhir diubah dengan Qanun Kabupaten Aceh Barat Nomor 2 Tahun 2007.

 

Memperhatikan :  Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Bi-

   rokrasi Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Pengembangan Diri Pendidik

   Sebagai salah satu syarat penetapan angka kredit untuk kenaikan pang

   kat.

   

   Hasil Rapat Guru Bahasa Inggris Pada Tanggal 17 Desember 2021

 

 

 

M E M U T U S K A N

 

Menetapkan :

Pertama : Membentuk Pengurus Komunitas Praktisi dalam jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir dengan susunan keanggotaannya sebagaimana tersebut dalam lampiran keputusan ini.

 

 

Kedua : Pengurus Komunitas Praktisi SMP Negeri 2 Mesuji Raya bertugas :

  1. Melaksanakan Kegiatan di sekolah/sekretariat dalam Jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Barat sesuai dengan Petunjuk dan ketentuan yang telah ditetapkan.
  2. Melaporkan hasil kegiatan kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat melalui berita acara.
  3. Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan kegiatan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran(MGM) Bahasa Inggris Tahun 2016-2018

 

Ketiga : Dalam melaksanakan tugas, panitia bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Melalui UPTD wilayah I, II, III dan IV Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat. 

Keempat : Segala biaya yang timbul akibat dikeluarkan keputusan ini, dibebankan kepada Anggaran yang relevan dan dari donatur lain yang tidak mengikat.

Kelima : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan berlaku mulai Tahun 2021/2022 dengan ketentuan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

Lampiran  I : Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI

Nomor : 421/003/SMPN 2 MSRY/DISDIK/2022

Tanggal : 04 Januari 2022

SUSUNAN PENGURUS

KOMUNITAS PRAKTISI

SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

PENASEHAT : Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan komering Ilir

PEMBINA : SITI MUHAJIRIYATI, S.Pd., M.Pd.

KETUA : ASHAFIA NURUSYAADAH, S.Pd., M.Si.

WAKIL KETUA : MARHENDRISYAH, S.Pd, M.Si.

ANGGOTA : 1. Dyan Kartika N, S.Pd, M.Si.

  1. Neli Susanti, S.Pd, M.Si.
  2. Dewi Nurhayati, S.Pd, M.Si.
  3. Ade Savarina, S.Pd

5 Siti Multazimah, S.Pd

  1. Mardiana
  2. M. Muklis, S.Pd.I.
  3. Ahmad Jaelani, S.Pd
  4. Linda Windari, S.Pd.
  5. Prima Resti Handayani, S.Pd
  6. Yeni Marlina, S.Pd.

 

 

 

 

 

 

  1. Program Kegiatan

PROGRAM KERJA

KOMUNITAS PRAKTISI SEKOLAH PENGGERAK

SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

 

 

 

 

 

 

 

 

KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

SUMATERA SELATAN

2022

 

 

KATA PENGANTAR

 

Kami memanjatkan puji dan syukur ke khadirat Allah Swt., yang telah memberikan hidayah iman serta islamNya kepada kita sekalian umatNya. Shalawat beserta salam semoga tercurah ke junjungan alam Nabiyullah Muhammad SAW. Alhamdulillah program kerja MGMP tahun 2022 untuk Peningkatan Mutu Guru SMP Negeri 2 Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir telah disusun, meski dengan berbagai keterbatasan.

Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak SMPN 2 Mesuji Raya Kabupaten Ogan Komering Ilir merupakan sebuah wadah silaturahmi sekaligus wadah transfer informasi, ilmu, energi, dan kreativitas sesama guru SMPN 2 Mesuji Raya pada khususnya. Maka dari itu, alangkah luar biasanya mengefektifkan sarana Komunitas Praktisi sebagai portal kegiatan peningkatan mutu pendidik dan pendidikan itu sendiri. Dan, itu semua tidak dapat terwujud tanpa kerja sama semua pihak, termasuk di dalamnya Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kami berharap, seluruh program kerja kegiatan Komunitas Praktisi ini dapat terealisasi, sehingga berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidik  d SMPN 2 Mesuji Raya. Program-program tersebut di antaranya mengatasi kendala-kendala pembelajaran, meningkatkan mutu akademik, serta meningkatkan mutu guru bahasa Indonesia dalam pemahaman mereka terhadap Kurikulum Paradigma Baru. Kegiatan ini pun diharapkan menjadi stimulus untuk direspon dalam kegiatan lanjutan sebagai upaya pembiasaan positif dan motivasi terhadap guru-guru bahasa Indonesia yang belum mendapat kesempatan mengikuti kegiatan.

Melalui program kerja ini, kami menyampaikan terima kasih atas bantuan dan perhatian semua pihak, di antaranya LPMP, Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir, sekolah-sekolah, dan unsur terkait lainnya, yang telah membantu perealisasian program. Semoga Allah Swt., memberikan yang terbaik kepada kita semua, sehingga bangsa ini terhindar dari keterpurukan. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR .........................................................................................….. 1

DAFTAR ISI ......................................................................................................….. 2

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang ...................................................................................... 3
  2. Tujuan ................................................................................................... 4
  3. Sasaran .................................................................................................. 4
  4. Hasil yang Diharapkan ......................................................................... 5

BAB II PERENCANAAN PROGRAM KEGIATAN

  1. Tempat dan Waktu ............................................................................... 6
  2. Rencana Program .................................................................................. 6
  3. Sruktur Kepengurusan ................................................................. 7

BAB III PENUTUP

  1. Simpulan ............................................................................................... 9

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Satuan pendidikan lembaga formal, memiliki suatu keharusan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan di abad 21 ini. Kebijakan Otonomi Daerah, menuntut upaya peningkatan mutu, daya saing, dan relevansi pendidikan. Perkembangan teknologi dan perkembangan globalisasi menuntut sumber daya pendidik dan terdidik memiliki kompetensi yang relevan. Apalagi dengan perkembangan Kurikulum Nasional, yang menuntut perbaikan di semua lini Konsep Pendidikan di tanah air. Tidak terkecuali pendidikan di kabupaten Ogan Komering Ilir..

Menjawab tantangan abad 21, terutama pada tuntutan kualitas pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, khususnya Sekolah Penggerak. Harapan pemerintah, tuntutan perubahan berlaku juga pada tataran pendidikan. Pendidik dan peserta didik dituntut lebih kreatif menyiasati perkembangan zaman dikaitkan dengan perkembangan pendidikan secara umum, cara mengajar, dan cara belajar. Oleh sebab itu, perlu ada perubahan-perubahan paradigma dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian terjadi ekosistem pembelajaran agar lebih efektif, sesuai dengan slogan “Perubahan Mindset” yang sering berkumandang di dunia pendidikan.

Kenyataannya, sosialisai perubahan-perubahan peraturan pemerintah pusat mengenai pendidikan seringkali terlambat sampai ke pihak guru-guru di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Permasalahan ini terjadi di hampir seluruh tahapan pembelajaran; baik dari mulai perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut KBM.

Kurangnya kesadaran guru dalam meningkatkan kompetensi guru di era globalisasi, menjadi salah satu penghambat dalam penguasaan tekhnologi informasi. Kurangnya pemahaman bahwa penguasaan teknologi dalam pembelajaran mutlak diperlukan untuk keperluan media, sumber, dan evaluasi belajar.

Melalui kegiatan Komunitas Praktisi, diharapkan tenaga pendidik dapat meningkatkan kualitas pengembangan dirinya. Dengan  mengikuti Komunitas Praktisi, guru dapat mengaplikasikan pengetahuannya pada kegiatan pembelajaran di sekolah.

Selanjutnya, kegiatan Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak dapat mengoptimalkan kualitas pendidikan, terutama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir. Harapan besar ini tentu dihadapkan dengan berbagai kendala. Salah satu kendala yang muncul adalah terbatasnya dana untuk revitalisasi Komunitas Praktisi , kesadaran untuk meningkatkan kompetensi guru dengan menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan perlu dibangkitkan. Selain itu, dukungan berbagai pihak yang berkepentingan  sangat membantu terrealisasinya rencana program.

 

  1. Tujuan

Program Kerja Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak bagi guru-guru di SMPN 2 Mesuji Raya, bidang peningkatan mutu guru berupa:

  1. Memahami kebijakan-kebijakan pemerintah tentang pendidikan, yang meliputi:
  2. Program Pembinaan dan Pengembangan SMP
  3. Implementasi Standar Isi dan Standar Kelulusan
  4. Substansi Standar Isi dan Panduan Pengembangan Kurikulum Nasional
  5. Memberi pencerahan, penyegaran, dan peningkatan, kompetensi guru dalam hal:
  6. Pemanfaatan akun belajar.id. dan pembuatan akun youtube. Guna pemanfaatan platfrom ‘Merdeka Mengajar’.
  7. Penyusunan Modul Ajarbagi kurikulum K13, dan modul ajar bagi duru sekolah penggerak
  8. Pembuatan bahan ajar atau media pembelajaran, terutama video pembelajaran.
  9. Peningkatan kompetensiberbasis cetak dan TIK/ICT.
  10. Pembekalan model-model pembelajaran saintifik dan blended learning sebagai model yang efektif dan efisien.
  11. Pelatihan Asesmen Diagnostik Kognitif dan Non Kognitif..
  12. Meningkatkan perolehan nilai hasil Asesnen Nasional setiap sekolah.

 

  1. Sasaran

Sasaran kegiatan Peningkatan Mutu guru-guru di SMPN 2 Mesuji Raya SMP Kabupaten Ogan Komering Ilir sebanyak 15 orang guru. Target yang diharapkan terealisasi uamg dilaksanakan setiap Sabtu selama 2 jam pelajaran  pada setiap minggunya.

 

  1. Hasil

Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan program kerja Komunitas Praktisi  tahun 2022-2023 ini untuk guru-guru SMP Negeri 2 Mesuji Raya adalah:

  1. Terpahaminya kebijakan-kebijakan pemerintah tentang pendidikan, yang meliputi:
  2. Program Pembinaan dan Pengembangan SMP
  3. Implementasi Standar Isi dan Standar Kelulusan
  4. Substansi Standar Isi dan Panduan Pengembangan Kurikulum Nasional
  5. Adanya pencerahan, penyegaran, dan peningkatan, kompetensi guru dalam hal:
  6. Pemahaman guru-guru terhadap Capaian Pembelajaran dan
  7. /Modul ajaryang berfokus pada pengembangan CP, ATP , Program Remedial dan Pengayaan, Kegiatan, dan Model Pembelajaran saintifik.
  8. Bahan ajar atau media pembelajaran.
  9. Wawasan tentang pengembangan bahan ajar berbasis cetak dan TIK/ICT.
  10. Model-model pembelajaran saintifik dan Blended Learning yang cocok untukdipilih oleh guru sebagai model yang efektif dan efisien.
  11. Meningkatnya perolehan nilai hasil AsesnenNasional

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PERENCANAAN PROGRAM

 

  1. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Komuitas Praktisi Sekolah Penggerak SMPN 2 Mesuji tahun 2022-2023, diprogramkan mengambil lokasi pertemuan di SMPN 2 Mesuji Raya di Kabupaten Ogan   Komering Ilir. Pertemuan tersebut direncanakan setiap Sabtu . Dimulai pada pertemuan pertama tertanggal 15 Januari 2022.

 

  1. Rencana Program Kegiatan

Kegiatan Komunitas Praktisi Sekolak Penggerak SMPN 2 Mesuji Raya di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pertemuan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu di SMPN 2 Mesuji Raya . Rencana kegiatan dapat dipaparkan pada matriks berikut:

No

Rencana Kegiatan MGMP

Materi

Pemateri

 

Hari, Tanggal

Tempat

 

1

Sabtu, 15 Januari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara dan Budaya Positif

 

 

Ashafia Nurusyaadah S.Pd., M.Si.

 

 

 

 

2

Sabtu, 22 Januari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Website Sekolah

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Pd

 

3

Sabtu, 5 Februari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Administrasi Pembelajaran oleh Pelatih Ahli

Ahmad Yaim

 

4

Sabtu,12 Februari 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Optimalisasi platform merdeka mengajar

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

5.

Sabtu,17 Februari 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembuatan Media Pembelajaran berbasis video dengan zoom

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

6.

Sabtu, 26 Februari 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pengaktifan akun belajar.id dan Canva for education

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

8

Sabtu, 5 Maret

 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembelajaran Bediferensiasi

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd. M.Si.

 

9

Sabtu, 12 Maret 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembuatan kisi-kisi soal PTS berbasis android (google form)

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

10

Sabtu, !9 Maret 2022

SMPN 2 Mesujii Raya

Pembelajaran Sosial Emosional

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

11.

Sabtu, 26 Maret 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Pembuatan PPT dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si.

 

12.

Sabtu, 2 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Pembuatan rekaman pembelajaran

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

13.

Sabtu, 9 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Evaluasi dan Refleksi Pelaksanaan pembuatan video pembeajaran

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

14

Sabtu, 16 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat LKPD dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

15.

Sabtu, 23 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Sosialisasi tentang Keyakinan Kelas

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

16.

Sabtu, 30 April 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat kelas digital dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

17.

Sabtu, 7 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat kuis dengan TTS

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabtu, 14 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat komik, infografis, poster

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabtu, 21 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat curriculum vitae (CV) guru

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabti, 28 Mei 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Membuat kuis dengan Canva

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Si

 

 

Sabtu, 4 Juni 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Pembuatan kisi-kisi PAS

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

 

Sabtu, 11 Juni 2022

SMPN 2 Mesuji Raya

Persiapan modul ajar dan modul proyek kelas 8

Ashafia Nurusyaadah, S.Pd., M.Si.

 

Tabel 2 Matriks Rencana Pelaksanaan Kegiatan MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Ogan Komering Ilir

 

*) waktu dan materi dapat berubah mengikuti penyesuaian jadwal

*) Bila program kegiatan ini tidak memungkinkan untuk dilakukan secara tatap muka, maka akan dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom atau Gmeet.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Struktur Kepengurusan

Ketua :  Ashafia Nurusyaadah, S,Pd., M,Si

Wakil : Marhendrisyah S.Pd., M.Si

Sekretariat : Dewi Nurhayati, S.Pd., M.Si.

Bendahara : Rebiwati

Anggota : 1. Neli Susanti, S.Pd., M

  1. Dyan Kartika Ningtyas, M.Si
  2. Ade Sevarina S.Pd.I
  3. Siti Multazimah, S.Pd
  4. Ahmad Jailani, S.Pd.
  5. M. Muklis, S.Pd.
  6. Mardiana, S.Pd
  7. Prima Resti Handayani, S.Pd
  8. Linda Windari S.Pd
  9. Yeni Marlina S.Pd

 

 

 

BAB III

SIMPULAN

 

  1. Simpulan

Program Kerja Komunitas Praktisi Sekolah Penggerak merupakan salah satu upaya meningkatan profesionalitas guru. Kegiatan ini pun diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah permbelajaran melalui tukar-menukar pengalaman belajar antarguru di SMPN 2 Mesuji Raya. Di samping itu, program ini berperan dalam peningkatan kualifikasi dan persiapan sertifikasi guru. Pada akhirnya, diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan secara umum melalui peningkatan kualitas belajar siswa sesuai amanat Kurikulum Sekolah Penggerak

 

 

 

 

 

 

KOMUNITAS  PRAKTISI SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI

 

Sebagai Laporan Kegiatan Praktik Baik

Program Sekolah Penggerak Angkatan I

 

 

 

Penyusun

Siti Muhajiriyati, S.Pd., M.Pd.

 

 

SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA

KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR

SUMATERA SELATAN

2022

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH

 

Saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dengan sebenarnya bahwa karya praktik baik dengan judul “Komunitas  Praktisi SMP Negeri 2 Mesuji Raya Sebagai Usaha Peningkatan Kompetensi Guru dan Pelaksanaan Pembelajaran Berdeferensiasi” adalah karya saya yang saya susun dan telah diimplementasikan di tempat saya bertugas.

 

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya, apabila ternyata terbukti pernyataan saya tersebut di atas tidak benar, saya bersedia menanggung segala konsekuensi atas pernyataan saya tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGANTAR

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan praktik baik ini yang berjudul ”KOMUNITAS  PRAKTISI SMP NEGERI 2 MESUJI RAYA SEBAGAI USAHA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDEFERENSIASI”. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan praktik baiki ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dari isi maupun cara penulisannya. Dengan demikian penulis sangat mengharapkan masukan yang membangun berupa kritik dan saran untuk perbaikan proposal skripsi ini agar menjadi lebih baik. Penulis menyadari dalam pembuatan laporan praktik baik ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan ke arah yang lebih baik di masa akan datang. Semoga skripsi ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridhanya. Amin ya rabballalamin. 

 

Mesuji Raya,   April 2022

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

ABSTRAK

 

Komunitas praktisi atau community of practices (CoPs) merupakan sarana yang baik untuk mempelajari pengetahuan yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan kinerja organisasi. Dalam komunitas praktisi, selain adanya penggunaan kembali pengetahuan untuk efisiensi yang lebih besar, juga mampu memfasilitasi penciptaan dan transfer pengetahuan untuk inovasi yang lebih besar. Dalam konteks organisasi sekolah, penelitian empiris terhadap peran guru di dalam komunitas praktisi masih terbatas. Peranan komunitas praktisi yang cukup besar nilainya adalah meningkatkan efisiensi dari penggunaan pengetahuan, membantu dalam pengembangan gagasan dan inovasi, dan memfasilitasi terciptanya metode pembelajaran yang baru. Proses pembelajaran yang diikuti guru dalam komunitas praktisi ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap praktik mengajar yang guru lakukan di dalam kelas.

 

Kata Kunci : komunitas praktisi, proses penciptaan dan transfer pengetahuan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. PENDAHULUAN

 

Guru adalah pilar pendidikan. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan di suatu negara sangat dipengaruhi oleh peran strategis para guru. Itulah yang menjadi alasan kompetensi guru harus terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan zaman. Guru memiliki beban tugas yang sangat berat, tidak hanya bertanggung jawab kepada para anak didiknya, tapi juga pada negara. Guru bahkan memiliki peran sentral dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. (https://pintek.id/blog/kompetensi-guru/; 19:15, 8/5/2022)

Komunitas praktisi merupakan salah satu cara membentuk ekosistem belajar dalam implementasi kurikulum Merdeka. Komunitas praktisi mempunyai beberapa tujuan. Minimal ada lima tujuan komunitas praktisi.

  1. Mengedukasi anggota dengan mengumpulkan dan berbagi informasi yang berkaitan dengan masalah dan pertanyaan tentang praktik pengajaran dan pembelajaran.
  2. Memberi dukungan pada anggota melalui interaksi dan kolaborasi sesama anggota.
  3. Mendampingi anggota untuk memulai dan mempertahankan pembelajaran mereka.
  4. Mendorong anggota untuk menyebarkan capaian anggota melalui diskusi dan berbag
  5. Mengintegrasikan pembelajaran yang didapatkan dengan pekerjaan sehari-hari

Sebagai sekolah penggerak, penulis memandang perlu dilaksanakan kegiatan komunitas praktisi di SMP Negeri 2 Mesuji Raya guna meningkatkan kompetensi guru serta pembelajaran paradigma baru. Saat mengikuti kegiatan Lokakarya 2 di bulan Desember 2021,  kepala sekolah membuat rencana tindak lanjut tentang peningkapan kompetensi guru di sekolah. Salah satu prioritas program adalah optimalisasi kegiatan komunitas praktisi di sekolah penggerak. Komunitas praktisi merupakan satu wadah bagi guru di sekolah penggerak untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang tugas-tugas seorang guru di sekolah penggerak. Kegiatan yang disarankan adalah sekitar penyelesaian perangkat pembelajaran. Baik modul ajar, modul proyek profil pelajar Pancasila, hingga ke instrumen penilaian. Dengan demikian, kegiatan komunitas praktisi dapat dikatakan hampir sama dengan MGMP sekolah.

Berdasarkan rencana tindak lanjut inilah dibentuk dan dilaksanakan kegiatan komunitas praktisi mulai dari Januari 2022 di SMP Negeri 2 Mesuji Raya.

 

  1. KAJIAN PUSTAKA

2.1. Komunitas Praktisi

Istilah Komunitas Praktisi diperkenalkan oleh Etienne Wenger dalam bukunya Community of Practice. Wenger menyebut bahwa komunitas praktisi “Sekelompok individu yang memiliki semangat dan kegelisahan yang sama tentang praktik yang mereka lakukan dan ingin melakukannya dengan lebih baik dengan berinteraksi secara rutin” (Wenger, 2012). Praktik yang dimaksud bergantung pada konteks peran sehari-hari anggota komunitas praktisi. Praktik dalam komunitas praktisi guru dapat berupa praktik mengajar dan interaksi dengan murid atau orang tua

 

2.2. Kompetensi Guru

Kompetensi berasal dari kata competency (bahasa Inggris) yang memiliki arti ability (kemampuan), capability (kesanggupan), proficiency (keahlian), qualification (kecakapan), egibility (memenuhi persyaratan), readines (kesiapan), skill (kemahiran), adequency (kepadanan) (Marshall, 1994, dalam Febriana, 2021).

Ada beberapa unsur yang terkandung dalam kompetensi, Gordo menjelaskan beberapa ranah dalam konsep kompetensi: 1) pengetahuan, kesadaran, dalam koqnitif; 2) pemahaman, kedalaman kognitif, dan afektif individu; 3) kemampuan, sesuatu yang dimiliki peserta didik untuk melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya; 4) nilai, standar perilaku yang diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang; 5) Sikap, perasaan atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar; 6) minat,kecenderungan seseorang untuk melakukan perbuatan (Mulyasa, 2005)

Pada UU No. 14 Th. 2005 Pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru dan juga dosen, yaitu:

  1. Kualifikasi Akademik, minimal lulus jenjang pendidikan Sarjana atau Diploma 4.
  2. Kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru.
  3. Sertifikat Pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional.
  4. Sehat Secara Jasmani dan Rohani.

Memiliki Kemampuan, untuk mendukung terwujudnya Tujuan Pendidikan Nasional. 

Menurut Qusthalani (2016), lima kompetensi yang harus dipersiapkanguru memasuki era revolusi industri 4.0 adalah sebagai berikut. Yang pertama, educational competence yaitu kompetensi mendidik/ pembelajaran berbasis internet of thing (IoT) sebagai basic skill di era ini, contohnyata penerapan IoT adalah pemberlakuan pembelajaran secara elektronik atauelearning, pendidikan jarak jauh (distance learning), perpustakaan digital (digital library), e-commerce bagi UMKM kampus, dan lain-lain. Untuk itulah, kompetensi guru harus terus di-upgrade dengan membiasakan diri dengan berbagai peralatan yang terkoneksi dengan IoT dalam proses pembelajaran.

Kedua competence for technological commercialization yaitu punyakompetensi membawa siswa memiliki sikap entrepreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi siswa. Menurut Zhang dan Shi (2016) komersialisasi teknologi adalah proses yang dimulai dengan wawasan pasar-teknodan diakhiri dengan fungsi berkelanjutan dari produk yang dibutuhkan pasar. Ketiga competence in globalization yaitu dunia tanpa sekat, tidak gagap terhadap berbagai budaya, kompetensi hybrid, yaitu global competence dan keunggulan memecahkan problem nasional.

Menurut Pawlowski dan Holtkamp(2012) ada tujuh kompetensi global, yaitu: (1) kompetensi umumatau genericcompetence, (2) kompetensi IS atau Information System, (3) kompetensi TIK, (4) kompetensi manajemen proyek dan kepemimpinan, (5) kompetensi manajemen pengetahuan dan kolaborasi, (6) kompetensi komunikasi, dan (7) kompetensi interkultural.

Keempat competence in future strategies yaitu kompetensi memprediksi dengan tepat apa yang akan terjadi di masa depan dan strateginya, dengancara joint-lecture, joint-research, joint-resources, staf mobility dan rotasi, pahamarah SDG’s, dan lain sebagainya. Guru harus mampu memprediksi dan memperkirakan berbagai kemungkinan yang terjadi dalam dunia pendidikan, juga berupaya mengembangkan jariangannya melalui berbagai aktivitas akademik seperti: (1) menjalin kerjasama bidang penelitian (penelitian kolaboratif dengankampus luar negeri), (2) program joint-lecturer, (3) pertukaran guru, dan lain-lain. Dengan banyak mengikuti kerja sama dengan berbagai kampus di seluruh duniaakan berdampak positif terhadap perkembanagan kampus dalamnegeri.

Kelima, conselor competence yaitu kompetensi guru untuk memahami bahwa ke depan masalah peserta didik bukan hanya kesulitan memahami materi ajar, tetapi juga terkait masalah psikologis akibat perkembangan zaman. Seorangguru harus mampu menjadi konselor bagi para siswanya dalammembrikanmotivasi, semangat, dorongan, dan nasihat-nasihat bagi permasalahan yangmereka hadapi.

2.3. Pembelajaran Diferensiasi

Menurut Tomlinson (2000), Pembelajaran Berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Keputusan-keputusan yang dibuat tersebut adalah yang terkait dengan hal-hal berikut.

  1. Bagaimana mereka menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras untuk mencapai tujuan belajar yang tinggi. Kemudian juga memastikan setiap murid di kelasnya tahu bahwa akan selalu ada dukungan untuk mereka di sepanjang prosesnya.
  2. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas. Jadi bukan hanya guru yang perlu jelas dengan tujuan pembelajaran, namun juga muridnya.
  3. Penilaian berkelanjutan. Bagaimana guru tersebut menggunakan informasi yang didapatkan dari proses penilaian formatif yang telah dilakukan, untuk dapat menentukan murid mana yang masih ketinggalan, atau sebaliknya, murid mana yang sudah lebih dulu mencapai tujuan belajar yang ditetapkan.
  4. Bagaimana guru menanggapi atau merespon kebutuhan belajar muridnya. Bagaimana ia akan menyesuaikan rencana pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar murid tersebut. Misalnya, apakah ia perlu menggunakan sumber yang berbeda, cara yang berbeda, dan penugasan serta penilaian yang berbeda.
  5. Manajemen kelas yang efektif. Bagaimana guru menciptakan prosedur, rutinitas, metode yang memungkinkan adanya fleksibilitas. Namun juga struktur yang jelas, sehingga walaupun mungkin melakukan kegiatan yang berbeda, kelas tetap dapat berjalan secara efektif.

 

.III. TANTANGAN YANG DIHADAPI

3.1 Menambah beban guru

Kegiatan komunitas praktisi akan menambah jadwal kegiatan guru di sekolah. Dan tagihan-tagihan yang direncanakan otomatis akan menambah kesibukan yang ada. Sehingga beberapa guru enggan untuk mengikuti kegiatan.

3.2 Kurangnya narasumber

Sekolah yang terletak di daerah, akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mendapatkan nara sumber. Kerena itu, kepala sekolah berusaha belajar terlebih dahulu bersama calon guru penggerak.

3.3 Dana

Belum adanya dana yang tersedia untuk kegiatan komunitas praktisi, memaksa kepala sekolah mengusahakan sumber dana lain selain BOS.

 

  1. AKSI DAN LANGKAH-LANGKAH

4.1. Membangun Komitmen

Aksi nyata yang dilakukan di awal semester 2 adalah rapat pembentukan pengurus komunitas praktisi. Dalam rapat ini langsung dibuat draff surat keputusan kepala sekolah tentang pengurus komunitas praktisi. Setiap pengurus memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda, namun tujuan yang harapkan sama, yaitu peningkatan kompetensi guru di sekolah. Baik kompetensi akademik, paedagogik, profesional dan sosial. Hal ini disesuaikan dengan tuntutan progres sekolah penggerak.

4.2. Perencanaan

Aksi nyata kedua adalah pembuatan program kerja komunitas praktisi. Dalam program ini dimuat latar belakang, tujuan, hingga rencana kegiatan mingguan yang akan dilakukan. Perencanaan kegiatan di sesuaikan dengan kebutuhan sekolah penggerak. Dari pembuatan modul ajar, penilaian, hingga pembuatan media pembelajaran dan video pembelajaran. Ada pula kegiatan bersifat opsional, seperti pengimbasan calon guru penggerak, hasil pendidikan dan pelatihan, bahkan seminar penelitian tindakan kelas.

4.3. Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan kegiatan, disiapkan ruangan dengan sarana wifi, LCD infocus, kelistrikan, dan laptop. Ruangan disetting senyaman mungkin, dengan sirkulasi udara serta penerangan yang memadai. Ditambahkan pula sarana air minum bagi yang membutuhkan. Setiap kegiatan dicatat dalam jurnal kegiatan yang terinci, sebagai satu dokumentasi kegiatan. Jurnal ini dilengkapi dengan daftar hadir setiap kegiatan. Dokumen lain yaitu foto kegiatan yang mengambarkan suasana saat berlangsung.

Komunitas praktisi dilaksanakan sekali seminggu pada hari Sabtu, setiap pukul 11:00 hingga 12:00 WIB. Saat kegiatan, siswa telah selesai mengikuti pelajaran. Jadi tidak mengganggu jam belajar siswa. Selain itu, guru juga lebih fokus dalam menyimak dan melaksanakan keviatan komunits praktisi. Menurut pelatih ahli, seorang guru di sekolah penggerak minimal membuka akun belajar.id minimal 2 jam pelajaran perminggu. Dengan adanya kegiatan komunitas praktisi, maka tuntutan ini dapat dilaksanakaan sebab sebagian materi berhubungan dengan pemanfaatan platform pembelajaran dan akun.id.

 

  1. REFLEKSI

Dari hasil pemantauan kegiatan komunitas praktisi di SMP Negeri 2 Mesuji Raya, di dapat beberapa simpulan.

  • Secara garis besar komunitas praktisi dapat berjalan dengan baik.
  • Komunitas praktisi memberi ruang kepada guru untuk berbagi dan belajar bersama.
  • Komunitas praktisi bermanfaat bagi pembelajaran di kelas

 

  1. PENUTUP

Demikianlah laporan praktik baik SMP Negeri 2 Mesuji Raya dapat diselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini.

 

  • Simpulan

Komunitas pratisi hendaknya tetap diaktifkan dan diisi dengan kegiatan-kegiatana yang mendukung terlaksananya pembelajaran yang berpihak pada murid. Kegiatan komunitas praktisi memotivasi guru untuk terus belajar serta meningkatkan kompetensi dalam rangka pengembangan diri guru.

 

  • Saran

Kegiatan komunitas praktisi hendaknya bukan hanya dilakukan oleh sekolah penggerak dan calon guru enggerak, tetapi juga oleh semua sekolah di Indonesia.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Kusuma, Oscarina Dewi dan Siti Luthfah. 2020. Mudul 2.1 “Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi”. Jakarta: Kemdikbudristek.

 

Yasela, Miranda, dkk. 2022. Panduan Komunitas Praktisi di Sekolah Penggerak. Jakarta: Kemdikbudristek.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Foto Kegiatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Foto Kegiatan

 

 

 

 

 

Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Siti Muhajiriyati S.Pd, M.Pd

- Kepala Sekolah -

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Seraya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, disertai perasaan bangga saya menuliskan kata sambutan Kepala sekolah,…

Berlangganan
Banner